2 mins read

AIR MATA PADANG: 17 Korban Banjir Bandang Agam Dimakamkan Massal di Bungus Padang

Komisi V minta BMKG optimalkan peringatan dini bencana hingga ke desa

JAKARTA, DPR RI (INITOGEL) — Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), yang membidangi infrastruktur dan transportasi, mendesak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) untuk mengoptimalkan sistem peringatan dini bencana. Permintaan ini secara khusus menargetkan agar informasi peringatan dini dapat diakses dan dipahami hingga ke tingkat masyarakat paling bawah, yaitu desa dan kelurahan.

Desakan ini muncul sebagai respons terhadap serangkaian bencana hidrometeorologi parah di berbagai daerah, di mana korban jiwa seringkali disebabkan oleh minimnya informasi peringatan dini yang akurat dan tepat waktu di tingkat lokal.


I. Evaluasi Sistem Peringatan Dini di Daerah

Anggota Komisi V DPR RI, [Bapak Hamdan Fali, S.E., M.Si.], menyoroti bahwa meskipun BMKG memiliki sistem teknologi canggih, gap komunikasi (communication gap) masih menjadi masalah besar.

  • Kendala Komunikasi: Informasi peringatan dini seringkali berhenti di level kabupaten/kota atau provinsi, dan tidak diteruskan secara efektif ke tingkat desa, terutama di daerah terpencil yang minim akses internet atau sinyal.

  • Bahasa Lokal: Ditekankan pula pentingnya menggunakan bahasa dan media komunikasi yang mudah dipahami oleh masyarakat lokal, termasuk melalui tokoh adat dan agama, bukan hanya menggunakan istilah teknis meteorologi.

  • Integrasi Data: Komisi V meminta BMKG berkolaborasi lebih erat dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di setiap level untuk mengintegrasikan data peringatan dini dengan rencana evakuasi lokal.

“Data BMKG adalah emas. Namun, data itu tidak berguna jika tidak sampai di telinga masyarakat yang paling membutuhkan, yaitu warga di desa-desa yang berada di lereng bukit atau bantaran sungai. BMKG harus memastikan ‘last mile delivery’ informasi berjalan sempurna,” tegas Bapak Hamdan Fali.

II. Peningkatan Kapasitas Teknologi dan SDM BMKG

Untuk mewujudkan hal tersebut, Komisi V berjanji akan mendukung penuh anggaran BMKG untuk:

  1. Instalasi Alat di Daerah Rawan: Pemasangan alat pemantau cuaca dan peringatan dini sederhana (early warning system) langsung di titik-titik desa rawan bencana.

  2. Pelatihan Petugas Desa: Melakukan pelatihan intensif bagi perangkat desa dan relawan lokal agar mampu memahami, menerjemahkan, dan menyebarkan informasi peringatan dini secara cepat dan benar.

BMKG menyambut baik desakan ini dan menyatakan siap bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) untuk memanfaatkan jaringan komunikasi yang ada hingga ke pelosok.