ARAHAN PRESIDEN: Kemenparekraf–Danareksa Diminta Siapkan Skema Bioskop Daerah, Dorong Akses Budaya Merata

JAKARTA, ISTANA NEGARA (initogel) — Presiden Prabowo Subianto memberikan instruksi khusus kepada Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) dan salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bawah holding Danareksa, PT Danareksa (Persero), untuk segera menyusun dan mengimplementasikan skema pendirian bioskop di daerah-daerah yang belum terjangkau.
Perintah ini bertujuan untuk mewujudkan pemerataan akses hiburan dan budaya, sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif lokal di luar kota-kota besar.
I. Misi Utama: Demokrasi Akses Hiburan dan Budaya
Presiden menyoroti bahwa saat ini, mayoritas bioskop modern terpusat di kota-kota besar, menciptakan kesenjangan akses yang signifikan bagi masyarakat di daerah 3T (Terdepan, Terluar, Tertinggal).
Model Micro-Cinema: Skema yang diminta Presiden adalah model bioskop yang lebih modular, terjangkau, dan berkelanjutan (micro-cinema atau community cinema), bukan bioskop multiplex skala besar.
Tujuan Ekonomi Kreatif: Pendirian bioskop daerah akan menciptakan lapangan kerja lokal (mulai dari operasional hingga penjualan makanan/minuman), dan memberikan platform bagi sineas daerah untuk memutar karya mereka.
Peran Kemenparekraf: Kemenparekraf akan bertindak sebagai regulator dan fasilitator, memastikan kurikulum pelatihan SDM bioskop lokal tersedia dan konten film nasional didistribusikan secara adil.
“Akses hiburan adalah hak. Presiden menegaskan bahwa film nasional harus bisa ditonton oleh rakyat di mana pun mereka berada. Kemenparekraf dan Danareksa harus bersinergi untuk mengatasi masalah infrastruktur dan pembiayaan,” ujar Deputi Bidang Infrastruktur Kemenparekraf, Imam Zulkifli (simulasi).
II. Peran Kunci BUMN (PT Danareksa)
Keterlibatan PT Danareksa dalam hal ini sangat krusial, terutama yang berkaitan dengan aspek finansial dan pembangunan fisik.
-
Pendanaan Inovatif: Danareksa diharapkan dapat menyalurkan dana investasi atau skema pembiayaan lunak kepada investor lokal atau koperasi yang ingin mendirikan bioskop di daerah.
-
Infrastruktur Moduler: BUMN ini akan membantu dalam pembangunan infrastruktur bioskop yang bersifat modular dan low-cost (berbiaya rendah) namun tetap memenuhi standar kualitas penayangan film.
-
Business Model: Danareksa juga akan membantu merancang model bisnis yang berkelanjutan untuk bioskop-bioskop daerah ini, agar mereka mampu bertahan tanpa bergantung pada subsidi terus-menerus.
Perintah ini diharapkan segera ditindaklanjuti dengan pembentukan tim kerja gabungan Kemenparekraf dan Danareksa pada awal Desember 2025, dengan target uji coba model pertama pada pertengahan tahun 2026.