Banjir di Jakarta Meluas Jadi 34 RT, Tertinggi 2,5 Meter di Cililitan

Wilayah Jakarta lagi-lagi terkena banjir yang semakin luas. Banjir ini mempengaruhi 34 RT di berbagai kawasan. Di Cililitan, ketinggian air mencapai 2,5 meter, mengancam rumah dan kegiatan masyarakat.

Pemerintah setempat mengatakan banjir ini disebabkan curah hujan tinggi dan aliran sungai tersumbat.

Banjir di Jakarta Meluas Jadi 34 RT, Tertinggi 2,5 Meter di Cililitan

Banjir di Cililitan kali ini lebih parah dari sebelumnya. Air masuk ke rumah warga, menghambat transportasi, dan merugikan ekonomi lokal. Total 34 RT terendam, dengan ketinggian air rata-rata 1,5 meter di beberapa titik.

Proyeksi cuaca menunjukkan hujan akan berlanjut beberapa hari ke depan. Tim SAR terus mengevakuasi warga ke tempat pengungsian aman. Data menunjukkan ketinggian air banjir saat ini 20% lebih tinggi dari banjir tahun 2022.

Banjir di Jakarta Meluas Jadi 34 RT, Tertinggi 2,5 Meter di Cililitan

Wilayah banjir Jakarta kali ini memengaruhi 34 RT. Ketinggian air banjir berbeda-beda. Pemerintah Jakarta memperbarui data terkini soal daerah terdampak dan penyebab banjir. Berikut detail lengkapnya:

Lokasi-lokasi Terdampak Banjir Terparah

Wilayah Ketinggian Air (meter)
Cililitan 2,5
Kampung Melayu 1,8
Bukit Duri 1,5
Jatinegara 1,2

Penyebab Utama Banjir Kali Ini

  • Curah hujan tinggi: Hujan lebat selama 48 jam terakhir mencapai 200 mm/hari.
  • Drainase buruk: Saluran irigasi penuh dan saluran got tidak mampu menampung aliran air.
  • Kiriman air dari Bogor: Aliran dari kawasan hulu menambah beban drainase Jakarta Timur.

Perkembangan Ketinggian Air Terkini

Wilayah Ketinggian Saat Ini Prediksi 24 Jam
Cililitan Stabil di 2,5 m Antisipasi kenaikan 0,3 m
Kampung Melayu 1,8 m Prediksi surut lambat

Dampak Banjir Terhadap Warga Jakarta

Banjir parah di Jakarta merusak infrastruktur dan mengubah kehidupan masyarakat. Ribuan warga mengalami masalah karena air yang tak kunjung surut. Berikut adalah dampak utama yang dirasakan:

dampak banjir Jakarta pengungsi

Jumlah Pengungsi dan Lokasi Pengungsian

Lebih dari 5.000 pengungsi banjir Jakarta mengungsi ke 30 lokasi pengungsian resmi. Fasilitas seperti SMAN 1 Matraman dan Gedung PKKwil Kebayoran menjadi tempat perlindungan utama. Mereka mendapat bantuan makanan, tenda, dan layanan kesehatan dasar.

Gangguan Transportasi dan Infrastruktur

  • Laluan jalan raya seperti Jalan Sudirman terputus akibat air banjir
  • Operasi MRT dan KRL terhambat di jalur Senen–Jatinegara
  • Listrik padam di 12 RW di Cililitan karena air masuk ke gardu

Kerugian Ekonomi Akibat Banjir

Penurunan pendapatan UMKM mencapai 70% di area terkena banjir. Dampak sosial banjir juga memaksa pekerja kehilangan penghasilan. Pemerintah perkirakan kerugian ekonomi mencapai Rp50 miliar, termasuk rusaknya gudang-gudang logistik di wilayah Tangerang.

Upaya Pemerintah Mengatasi Banjir

Pemerintah DKI Jakarta dan BNPB bekerja sama cepat menangani banjir. Mereka melakukan beberapa langkah penting:

penanggulangan banjir

Langkah Penanggulangan Detail Pelaksanaan
Evakuasi korban Tim SAR mengirim 50 unit perahu karet ke wilayah terisolir.
Pengoperasian pompa air 150 pompa air ditempatkan di 10 titik rawan banjir.
Normalisasi sungai Pengerukan 5 sungai utama untuk mempercepat aliran air.
Pembagian bantuan banjir Posko bantuan di 10 titik menyediakan makanan, obat, dan tenda.
Koordinasi instansi BPBD DKI, TNI, dan relawan bekerja sama memantau situasi real-time.

Pompa air dipasang di jalur utama untuk menurunkan air. Sungai Kali Sunter dan Ciliwung diperlebar. Evakuasi korban terus dilakukan untuk masyarakat di bawah air.

Pemerintah meminta masyarakat melaporkan kebutuhan via hotline 112. Bantuan seperti sandal, makanan, dan obat terus didistribusikan.

Kerjasama dengan perusahaan seperti Adira Insurance dan Carousell Indonesia membantu logistik. Upaya bersama ini cepat memulihkan kota.

Kesimpulan

Banjir di Jakarta yang menenggelamkan 34 RT dan mencapai 2,5 meter di Cililitan sangat penting. Masyarakat harus melaporkan genangan air dan taat pada himbauan evakuasi. Ini membantu pemerintah dan warga dalam mengantisipasi banjir.

Perubahan iklim membuat hujan lebih sering dan intens. Oleh karena itu, antisipasi banjir harus menjadi prioritas utama. Warga harus siapkan persiapan darurat dan pantau informasi dari BMKG. Hindari membuang sampah di saluran untuk mencegah banjir.

Langkah sederhana seperti menyimpan nomor darurat dan membantu tetangga yang kesulitan sangat membantu. Ikuti pelatihan bencana untuk meningkatkan kemampuan menghadapi bencana. Peran masyarakat sangat penting dalam mengantisipasi banjir.

Kolaborasi antara semua pihak sangat penting untuk membuat Jakarta lebih tahan bencana. Dengan kesadaran akan perubahan iklim dan partisipasi aktif, Jakarta bisa menghadapi banjir dengan lebih baik. Mari tingkatkan kesadaran dan dukung program pencegahan banjir dari pemerintah.